<div style='background-color: none transparent;'></div>

my album

my album
: WELCOME :

Dentistry News

Fkg Unhas

photobucket.com

BEM FKG UNHAS

Tampilkan postingan dengan label PDGI News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PDGI News. Tampilkan semua postingan

GIGI DAN MULUT SEHAT UNTUK KUALITAS HIDUP YANG LEBIH BAIK PADA HARI KESEHATAN GIGI 2012

Senin, 17 Desember 2012




Kamis, 06 September 2012, 13:33

Hari kesehatan gigi dunia dan nasional yang tahun ini diperingati pada 12 september 2012, Kementerian Kesehatan R.I. menyampaikan tema “GIGI DAN MULUT SEHAT UNTUK KUALITAS HIDUP YANG LEBIH BAIK." Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional bukan saja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kesehatan giginya namun juga menjadi media bagi tenaga kesehatan gigi di lndonesia untuk melayani masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi pendorong membuat untuk terobosan - terobosan baru dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat.
 Pada edaran yang disampaikan oleh Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan R.I. dikemukakan bahwa, peringatan hari kesehatan gigi dan mulut nasional dan se dunia dilaksanakan dalam rangka menunjang peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dalam tingkat global. Selanjutnya dihimbau agar melakukan kegiatan dan inisiatif khusus yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan umum maupun kehidupan sosial.

 Hari kesehatan gigi dan mulut se dunia (world oral health day) diperingati setiap tahun pada tanggal 12 September. Pemilihan tanggal 12 september menjadi hari kesehatan gigi dan mulut se dunia berdasarkan pertimbangan pada tanggal 12 september 1978 berlangsung  Konperensi Internasional WHO mengenai pelayanan kesehatan primer yang menghasilkan dokumen bersejarah piagam Alma Alta. Selain itu tanggal tersebut juga untuk menghormati pendiri FDI World Dental Federation, Dr Charles Gordon, yang lahir pada 12 september 1854. Berdasarkan pertimbangan tersebut kemudian FDI World Dental Federation yang menghimpun organisasi profesi dokter gigi se dunia dalam sidang umum pada  26 oktober 2007 di Dubai menetapkan 12 september sebagai hari kesehatan gigi dan mulut se dunia. Setelah itu sejak tahun 2008 setiap tahun pada tanggal 12 september berlangsung peringatan hari kesehatan gigi dan mulut se dunia.

 Pada peringatan Hari Kesehatan Gigi tahun 2012, secara nasional akan diperingati dengan kegiatan Bulan Kegiatan Gigi Nasional (BKGN) 2012 yang dilaksanakan atas kerja sama PDGI dengan AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi se Indonesia) dan PT Unilever Indonesia. Kegiatan ini menjadi penting mengingat tingkat kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut masih rendah di kalangan masyarakat Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan R.I. menunjukkan, masyarakat Indonesia rata-rata memiliki kurang lebih 5 gigi rusak setiap orangnya. Dilaporkan juga, dari gigi yang rusak tersebut hanya 0,7% yang telah ditambal. Beberapa temuan ilmiah menunjukkan adanya kaitan antara kesehatan gigi dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan kehamilan. Dengan meningkatkan kualitas kesehatan gigi akan dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012 akan dicanangkan di Denpasar pada 12 September 2012 dan berlangsung hingga awal November 2012. Kegiatan yang berlangsung pada  BKGN 2012 meliputi bakti sosial kesehatan gigi di 15 FKG dan cabang-cabang PDGI di berbagai tempat di Indonesia, kegiatan sikat gigi bersama, publikasi mengenai kesehatan gigi pada media massa,  ceramah, seminar, dan penyuluhan kesehatan gigi. Di samping itu terhadap pasien peserta bakti sosial akan dilakukan penelitian dalam rangka peningkatan upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

sumber : http://www.pdgi.or.id/news/detail/gigi-dan-mulut-sehat-untuk-kualitas-hidup-yang-lebih-baik-pada-hari-kesehatan-gigi-2012
Read more: http://tanyajawabsemua.blogspot.com/2012/04/cara-memasang-tombol-like-facebook-di.html#ixzz2F1BQUBzM
Continue Reading | komentar

MENTERI KESEHATAN MENDUKUNG PROGRAM 3L PDGI

Rabu, 12 Desember 2012


MENTERI KESEHATAN MENDUKUNG PROGRAM 3L PDGI

Rabu, 08 Juni 2011

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal fundamental bagi kesehatan umum karena mulut yang sehat memungkinkan individu untuk berbicara, makan bersosialisasi tanpa mengalami rasa sakit, tidak nyaman, maupun malu. Di Indonesia 62,4% penduduk terganggu pekerjaan/sekolahnya karena sakit gigi selama rata-rata 3,86 hari per tahun, demikianlah sambutan Menteri Kesehatan pada pencanangan fase kedua program 3L (Live, Learn & Laugh) PDGI. Pada sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemkes R.I., Dr Bambang Sarjono MPH tersebut, selanjutnya disampaikan dukungan Menteri Kesehatan terhadap program 3L di Indonesia karena sinergi dengan program Kementerian Kesehatan, seperti pemberdayaan masyarakat terutama guru, orang tua murid, dan kader kesehatan.
 Program 3L merupakan kegiatan promosi kesehatan gigi internasional yang dijalankan oleh organisasi profesi kedokteran gigi di masing-masing negara dan didukung kemitraan FDI World Dental Federation dengan Global Unilever. Sejak dimulai pada tahun 2004, program 3L telah berhasil menjangkau setidaknya 1 juta orang melalui 40 proyek yang tersebar di 37 negara, termasuk Indonesia.

 Di Indonesia program 3L dijalankan oleh PDGI bertemakan: Training of Trainer Dental Health education in the Community. Program 3L fase pertama yang berlangsung tahun 2006-2010 dilakukan pada 9 kota di Indonesia yang dilaksanakan oleh 8 cabang PDGI.  Fase pertama program 3L tersebut diselenggarakan pada 70 sekolah dasar, 35 Posyandu (Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terpadu), dan 2 rumah singgah anak jalanan di Bogor, Karawang, Semarang, Tanggerang, Cikupa-Banten, Jakarta Barat, Sukabumi, Cibubu, dan Jakarta Timur. Selama pelaksanaan 3L fase pertama telah dilakukan pelatihan 700 kader dan sekitar 45.000 anak-anak dan masyarakat umum telah dicakup.

 Berdasarkan hasil yang telah dicapai pada fase pertama, kemudian akan dilanjutkan dengan program 3L fase kedua yang akan berlangsung hingga akhir 2012. Pencanangan program 3L fase kedua berlangsung pada 7 juni 2011 bertempat di TK Patra, Jakarta Pusat. Pada pencanangan yang diawali marching band TK Patra tersebut, suasana menjadi semarak dengan demonstrasi menyikat gigi besama oleh para siswa, serta juga peragaan pendidikan kesehatan gigi yang dilakukan oleh para kader.

Direncanakan program 3L fase kedua akan dilaksanakan di 10 kota di Indonesia oleh 10 cabang PDGI yaitu cabang Garut, Bantul, Lampung, Bangka Belitung, Pakanbaru, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta Pusat. Kegiatan UKGS dilaksanakan pada 20 sekolah dasar yakni di setiap kota akan dilaksanakan pada 2 sekolah dasar, dan untuk evaluasi hasilnya akan dibandingkan 20 sekolah dasar lainnya, yakni pada masing-masing kota dibandingkan dengan 2 sekolah dasar lain yang tidak dilakukan intervensi. Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemkes R.I., Dr Bambang Sarjono MPH yang mewakili menteri kesehatan pada pencanangan program 3L fase kedua menyampaikan apresiasinya pada PDGI yang telah memilih lokasi kegiatan tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

 Pelaksanaannya progam 3L fase kedua akan dititikberatkan pada aspek pendampingan. Dua puluh dokter gigi dari 10 cabang PDGI akan melatih 200 kader yakni 20 orang di tiap-tiap kota. Para kader akan diberi pelatihan dengan menggunakan metode simulasi dan demonstrasi. Para kader juga akan dilatih untuk memecahkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi. Selanjutnya para kader akan melaksanakan program pada sekolah dasar yang melaksanakan UKGS. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendidikan kesehatan gigi, menyikat gigi massal menggunakan pasta gigi berfluorida, kumur-kumur dengan larutan fluorida, serta pemeriksaan dan pengobatan sederhana. Selain itu juga dilakukan pendataan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai kesehatan gigi, serta status DMF-T (Decay, Missed, Filling Teeth).

 Program 3L di Indonesia menitikberatkan pada pelatihan kader kesehatan gigi, Ketua PB PDGI, drg Zaura Anggraeni MDS menjelaskan. Lebih lanjut dituturkannya, program 3 L di Indonesia memfokuskan pada pemberdayaan segenap unsur masyarakat yang diwujudkan melalui program kader kesehatan gigi yang terdiri dari orang tua murid, guru sekolah dasar, guru taman kanak-kanak dan pendidikan usia dini (PAUD) serta kader posyandu. Melalui program tersebut, para kader dilatih untuk memelihara kesehatan gigi dan mensosialisasikannya ke masyarakat.

 Mengenai program 3L di Indonesia, Dr Roberto Vianna selaku presiden FDI World Dental Federation dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa sebagai bagian dari kemitraan global dengan Unilever, ia sangat bangga dengan program 3L di Indonesia serta mendukung keinginan PDGI untuk mengedukasi lebih banyak lagi kader dan siswa sekolah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat Indonesia.

 Debora Herawati Sandrach, Personal Care Director P.T. Unilever Indonesia, mengemukakan penyakit gigi dan mulut merupakan permasalahan nyata di dunia yang menurunkan kualitas hidup jutaan orang. Berdasarkan kesamaan visi dan misi antara Unilever Oral Care dan FDI World Dental Federation, program 3 L merupakan langkah konkret yang sedang berjalan. Ditambahkannya, dunia bisnis juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Program 3L sangat sesuai dengan misi sosial yang dengan konsisten dilaksanakan oleh Unilever yang selama ini memproduksi Pepsodent.

sumber artikel : Disini
Read more: http://tanyajawabsemua.blogspot.com/2012/04/cara-memasang-tombol-like-facebook-di.html#ixzz2F1BQUBzM
Continue Reading | komentar
 
Copyright © 2011. jurnal Dan Materi Kedokteran Gigi . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger