<div style='background-color: none transparent;'></div>
Home » » MENTERI KESEHATAN MENDUKUNG PROGRAM 3L PDGI

MENTERI KESEHATAN MENDUKUNG PROGRAM 3L PDGI


MENTERI KESEHATAN MENDUKUNG PROGRAM 3L PDGI

Rabu, 08 Juni 2011

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal fundamental bagi kesehatan umum karena mulut yang sehat memungkinkan individu untuk berbicara, makan bersosialisasi tanpa mengalami rasa sakit, tidak nyaman, maupun malu. Di Indonesia 62,4% penduduk terganggu pekerjaan/sekolahnya karena sakit gigi selama rata-rata 3,86 hari per tahun, demikianlah sambutan Menteri Kesehatan pada pencanangan fase kedua program 3L (Live, Learn & Laugh) PDGI. Pada sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemkes R.I., Dr Bambang Sarjono MPH tersebut, selanjutnya disampaikan dukungan Menteri Kesehatan terhadap program 3L di Indonesia karena sinergi dengan program Kementerian Kesehatan, seperti pemberdayaan masyarakat terutama guru, orang tua murid, dan kader kesehatan.
 Program 3L merupakan kegiatan promosi kesehatan gigi internasional yang dijalankan oleh organisasi profesi kedokteran gigi di masing-masing negara dan didukung kemitraan FDI World Dental Federation dengan Global Unilever. Sejak dimulai pada tahun 2004, program 3L telah berhasil menjangkau setidaknya 1 juta orang melalui 40 proyek yang tersebar di 37 negara, termasuk Indonesia.

 Di Indonesia program 3L dijalankan oleh PDGI bertemakan: Training of Trainer Dental Health education in the Community. Program 3L fase pertama yang berlangsung tahun 2006-2010 dilakukan pada 9 kota di Indonesia yang dilaksanakan oleh 8 cabang PDGI.  Fase pertama program 3L tersebut diselenggarakan pada 70 sekolah dasar, 35 Posyandu (Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terpadu), dan 2 rumah singgah anak jalanan di Bogor, Karawang, Semarang, Tanggerang, Cikupa-Banten, Jakarta Barat, Sukabumi, Cibubu, dan Jakarta Timur. Selama pelaksanaan 3L fase pertama telah dilakukan pelatihan 700 kader dan sekitar 45.000 anak-anak dan masyarakat umum telah dicakup.

 Berdasarkan hasil yang telah dicapai pada fase pertama, kemudian akan dilanjutkan dengan program 3L fase kedua yang akan berlangsung hingga akhir 2012. Pencanangan program 3L fase kedua berlangsung pada 7 juni 2011 bertempat di TK Patra, Jakarta Pusat. Pada pencanangan yang diawali marching band TK Patra tersebut, suasana menjadi semarak dengan demonstrasi menyikat gigi besama oleh para siswa, serta juga peragaan pendidikan kesehatan gigi yang dilakukan oleh para kader.

Direncanakan program 3L fase kedua akan dilaksanakan di 10 kota di Indonesia oleh 10 cabang PDGI yaitu cabang Garut, Bantul, Lampung, Bangka Belitung, Pakanbaru, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta Pusat. Kegiatan UKGS dilaksanakan pada 20 sekolah dasar yakni di setiap kota akan dilaksanakan pada 2 sekolah dasar, dan untuk evaluasi hasilnya akan dibandingkan 20 sekolah dasar lainnya, yakni pada masing-masing kota dibandingkan dengan 2 sekolah dasar lain yang tidak dilakukan intervensi. Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemkes R.I., Dr Bambang Sarjono MPH yang mewakili menteri kesehatan pada pencanangan program 3L fase kedua menyampaikan apresiasinya pada PDGI yang telah memilih lokasi kegiatan tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

 Pelaksanaannya progam 3L fase kedua akan dititikberatkan pada aspek pendampingan. Dua puluh dokter gigi dari 10 cabang PDGI akan melatih 200 kader yakni 20 orang di tiap-tiap kota. Para kader akan diberi pelatihan dengan menggunakan metode simulasi dan demonstrasi. Para kader juga akan dilatih untuk memecahkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi. Selanjutnya para kader akan melaksanakan program pada sekolah dasar yang melaksanakan UKGS. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendidikan kesehatan gigi, menyikat gigi massal menggunakan pasta gigi berfluorida, kumur-kumur dengan larutan fluorida, serta pemeriksaan dan pengobatan sederhana. Selain itu juga dilakukan pendataan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai kesehatan gigi, serta status DMF-T (Decay, Missed, Filling Teeth).

 Program 3L di Indonesia menitikberatkan pada pelatihan kader kesehatan gigi, Ketua PB PDGI, drg Zaura Anggraeni MDS menjelaskan. Lebih lanjut dituturkannya, program 3 L di Indonesia memfokuskan pada pemberdayaan segenap unsur masyarakat yang diwujudkan melalui program kader kesehatan gigi yang terdiri dari orang tua murid, guru sekolah dasar, guru taman kanak-kanak dan pendidikan usia dini (PAUD) serta kader posyandu. Melalui program tersebut, para kader dilatih untuk memelihara kesehatan gigi dan mensosialisasikannya ke masyarakat.

 Mengenai program 3L di Indonesia, Dr Roberto Vianna selaku presiden FDI World Dental Federation dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa sebagai bagian dari kemitraan global dengan Unilever, ia sangat bangga dengan program 3L di Indonesia serta mendukung keinginan PDGI untuk mengedukasi lebih banyak lagi kader dan siswa sekolah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat Indonesia.

 Debora Herawati Sandrach, Personal Care Director P.T. Unilever Indonesia, mengemukakan penyakit gigi dan mulut merupakan permasalahan nyata di dunia yang menurunkan kualitas hidup jutaan orang. Berdasarkan kesamaan visi dan misi antara Unilever Oral Care dan FDI World Dental Federation, program 3 L merupakan langkah konkret yang sedang berjalan. Ditambahkannya, dunia bisnis juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Program 3L sangat sesuai dengan misi sosial yang dengan konsisten dilaksanakan oleh Unilever yang selama ini memproduksi Pepsodent.

sumber artikel : Disini
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. jurnal Dan Materi Kedokteran Gigi . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger